Skip to content

berterimakasihlah pada si pembuat komik itu..

22 November, 2008

belakangan lagi pada heboh banget soal komik yang memuat Rasulullah, dan karena gambar yang dimuat sangat amat tidak sopan beradab, emosi umat Islampun terpancing.

emosi itu wajar, amat sangat wajar. siapa yang tidak akan marah jika seseorang yang begitu dicintai-maaf-dilecehkan dengan sekedar komik murahan seperti itu? bahkan malaikatpun pasti marah, karena Beliau adalah kekasih Allah SWT..

tapi yang dapat kukatakan adalah BERTERIMAKASIHLAH KEPADA SI PEMBUAT KOMIK ITU!

mengapa???

karena hal ini mengingatkan pada suatu majelis, kurang lebih 9 bulan yang lalu di Semarang. ketika itu, aku lagi ngikutin acara Gambang Syafaat di Semarang yang dimotori oleh Cak Nun. waktu itu film Fitna belum lagi beredar, tapi kabar seputar itu dah berhembus, bahkan Cak Nun sendiri yang confirm.

waktu itu Gambang Syafaat ada tamu dari-yah sebut sajalah pihak A- yang betul-betul jengkel ketika ada pemuatan kembali kartun Nabi Muhammad oleh 11 media massa di Denmark ( termasuk Jylland Posten). Bapak dari pihak A ini mengajak para hadirin yang hadir untuk membuktikan cintanya pada Rasulullah, sebagaimana pihak A ini yang telah mengeluarkan pernyataan resmi yang mengutuk keras republikasi tersebut.

itu tindakan yang wajar bukan?

tapi yang membuka cakrawala dan sudut pandangku untuk memandang lebih luas persoalan ini adalah ketika Cak Nun mengajak para hadirin untuk membuka kembali sejarah perjuangan Nabi Salallahu alaihi Wassalam, tepatnya ketika Beliau hijrah ke Thaif. disana Beliau dilempari batu dan kotoran oleh orang-orang kafir. tapi apa yang Beliau lakukan? membalas? mencaci maki? ternyata tidak!

Yang Beliau ucapkan adalah Allahummahdi qaumi fainnahum la ya’lamun (Ya Allah berilah petunjuk kaumku, sesungguhnya mereka tidak mengerti). ya, Beliau mengucapkan sebaris do’a.

Nah, pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apa yang dilakukan Rasulullah andaikan Beliau tahu tentang komik ini?

Beranikah kita mengucap sesuatu yang berbeda dengan ucapan Nabi?

jadi yang bisa disimpulkan, kita harus berterimakasih pada si pembuat komik murahan ini, karena dari dialah kita jadi tahu seberapa besar cinta kita pada Rasul, Kekasih Allah, Nabi Muhammad Salallahu alaihi Wassalam, yang mungkin tidak pernah kita sadari bahwa kita mempunyai cinta sebesar itu…

wallahua’lam..

Iklan
45 Komentar leave one →
  1. romio permalink
    23 November, 2008 9:14 am

    semoga mereka segera diberi hidayah oleh Allah SWT.

  2. Al-Kahf permalink
    23 November, 2008 10:45 am

    wahai saudaraku, sudut pandang antum perlu di edit.
    tolong dibedakan ya antara toleransi dan ketegasan.

    Diriwayatkan dari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ra. yang berbunyi:
    “Bahwa ada seorang wanita yahudi yang sering mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. (oleh karena perbuatannya itu), maka perempuan itu telah dicekik sampai mati oleh seorang laki-laki. Ternyata Rasulullah saw. menghalalkan darahnya”. (HR Abu Daud)
    Ibnu Abbas juga telah meriwayatkan sebuah hadits yang menyatakan, bahwa ada seorang laki-laki buta yang istrinya senantiasa mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. Lelaki itu berusaha melarang dan memperingatkan agar istrinya tidak melakukannya. Sampai pada suatu malam (seperti biasanya) istrinya itu mulai lagi mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. (Merasa tidak tahan lagi), lelaki itu lalu mengambil kapak kemudian dia tebaskan ke perut istrinya dan ia hunjamkan dalam-dalam sampai istrinya pun mati. Keesokan harinya, turun pemberitahuan dari Allah swt kepada Rasulullah saw yang menjelaskan kejadian tersebut. Lantas, hari itu juga beliau saw. mengumpulkan kaum muslimin dan bersabda:
    “Dengan menyebut asam Allah, aku minta orang yang melakukannya, yang sesungguhnya tindakan itu adalah hakku; mohon ia berdiri.

    Kemudian (kulihat) lelaki buta itu berdiri dan berjalan dengan meraba-raba sampai ia turun I hadapan Rasulullah saw, kemudian ia duduk seraya berkata:
    “akulah suami yang melakukan hal tersebut ya Rasulullah saw. Kulakukan hal tersebut karena ia senantiasa mencela dan menjelek-jelekkan dirimu. Aku telah berusaha melarang dan selalu mengingatkannya, tetapi ia tetap melakukannya. Dari wanita itu, aku mendapatkan dua orang anak (yang cantik) seperti mutiara. Istriku itu sayang padaku. Tetapi kemain ketika ia (kembali) mencela dan menjelek-jelekkan dirimu. Lantas aku mengambil kapak, kemudian menebaskannya ke perut istriku dan menghujamkan kuat-kuat ke perut istriku dan menghujamkan kuat-kuat sampai ia mati.

    Kemudia Rasululah saw. bersabda:
    “Saksikanlah bahwa darahnya (wanita itu) halal.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i)

  3. 23 November, 2008 1:50 pm

    gila lo

  4. 23 November, 2008 2:26 pm

    masuk akal juga,…

  5. roghuzshy permalink
    23 November, 2008 3:07 pm

    sungguh mendidik kakak, terima kasih infonya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: