Semalam saya menonton Sherlock Holmes.
Tidak seperti yang saya bayangkan.
Mungkin 1 kalimat ini sudah mewakili seluruh review saya tentang film ini.
Apa pasal?
Selagi saya menyusun jawabannya, saya jadi teringat istilah pamungkas teman saya, expected value dan received value.
Dan inilah jawaban saya.
Expected value saya ketika saya memutuskan untuk membeli tiket Sherlock Holmes adalah saya akan menyaksikan satu karakter novel Sir Arthur Conan Doyle yang akan “dibangkitkan” ke layar kaca, tokoh detektif yang melegenda serta metode deduksi yang saat kita baca membuat kita seakan lupa bernafas. dan kalau dikonversi menjadi menonton, tentunya saya membayangkan bahwa saya akan lupa berkedip. karena khawatir bila saya berkedip, saya akan kehilangan alurnya.
dan kalau saya boleh berandai-andai untuk memilih cast, saya mungkin akan menjelmakan Holmes pada diri can-do-it-all, Johnny Depp, sedangkan untuk Watson, John Cusack sepertinya boleh dipertimbangkan,
berlebihan mungkin, tapi itulah expected value saya, sesuatu yang saya harapkan akan saya dapatkan.
tapi di film?
Sherlock menjadi lebih…saya sulit menemukan kata yang tepat, tapi berotot mungkin kata yang paling mewakili. Muscular. Maskulin. Sherlock Holmes yang saya temui di film adalah gabungan dari otak dan otot. Well, mungkin inilah versi yang lebih pas untuk karakter dalam sebuah film Hollywood. Jadi pilihan jatuh pada Robert Downey Jr, sang Iron Man.
Sedangkan Watson, sang sahabat setia Holmes, menjadi lebih, ehm, tampan. Siapa yang masih berani mempertanyakan how good lookin Jude Law is?dan sekali lagi, inilah versi yang lebih pas, lebih menjual untuk keluaran Hollywood tentunya.
Saya hanya bisa membayangkan kalau film ini setia dengan bukunya, apakah penontonnya akan sebanyak ini?
jadi saya pikir Guy Ritchie mengambil keputusan yang tepat dengan tidak menuruti saran saya untuk urusan cast. Dengan memberi feature baru berupa otot untuk Holmes dan ketampanan untuk Watson, serta dibekali dengan plot yang lebih lambat dan lebih komedik, terbukti tokoh detektif dari akhir tahun 1800-an ini disukai oleh banyak sekali penonton abad 21. Yay, good for you, Ritchie!
Inilah Sherlock Holmes versi Guy Ritchie, lebih macho, lebih tampan, lebih lucu, dan lebih baik hati, karena memberi saya waktu untuk berkedip. Inilah received value-nya, sesuatu yang akhirnya saya dapatkan.
Anyway, topi dan mantel Holmes mungkin sudah bulukan, out of date, dan tidak bisa dipakai lagi. Yang tersisa tinggal pipanya.
7,8/10 saya rasa sudah pas.
Segala sesuatu di dunia ini diciptakan berpasang-pasangan. Ada laki-laki, ada juga perempuan. Ada kebaikan, ada juga kejahatan. Pasangan-pasangan ini amat mudah dibedakan satu dengan yang lainnya.
Namun tidak demikian dengan cinta dan benci.
Pasangan ini amat tipis perbedaannya.
Hari ini saya merasakan bahwa kadang orang yang sangat saya cintai bisa berubah menjadi seseorang yang sangat saya benci. Yang dengan mudahnya mengeluarkan kata-kata yang sangat tidak saya sukai. Yang menuduh saya dengan tuduhan-tuduhan yang membuat hati saya sakit.
Saya sadar bahwa esok hari orang ini akan membuat saya tertawa kembali, akan kembali membuat saya mencintai keberadaannya di sisi saya.
Dan sampai saat ini saya masih sepenuhnya sadar bahwa kebencian dan kecintaan saya itu tertuju pada orang yang sama.
Pada saat sedang membencinya, pertanyaan yang ada di kepala saya adalah, inikah orang yang saya cintai? Dan ketika saya sedang jatuh cinta kepadanya, pertanyaan di kepala saya berubah menjadi, bisakah saya membenci orang seperti ini?
Cinta dan benci bagi saya mungkin bukan dua hal yang berlawanan, tetapi dua sisi uang logam. Kapanpun, dimanapun, dan bagaimanapun akan selalu berada pada orang yang sama, tak terpisahkan.
hari rabu kemaren nonton filem kiamat di XXI.
stage 1-ngantri
gemporrrrr!!! tiga jam bo’. mana belum sarapan lagi. dengan bau mentega yang meleleh diatas popcorn, menguar kemana2, hawa dingin mau hujan, suhu 22 derajat…
ohhh,akhirnya si boss membawakan sebotol mizone dan setangkup roti bakar. sedappp…
stage 2-nonton? sabar….
stage 2 adalah stage kejengkelan memuncak!!
kenapa?
kalau di list jadinya begini:
- karena tiba2 ada yang bikin antrian sendiri
- karena ada manusia tidak bermoral yang ga ngerti budaya antri yang seenaknya nonyol2 antrian yang udah nyampe depan, dan dengan seenaknya minta dipesenin, dan mending kalo 1 doang, ini bisa sampe 2,3,4,5, udah gitu sok kenal sok deket sama yang dipesenin, sok imut pulak, dan kalianlah yang menyebabkan seorang BU SARI ga dapet tiket!! *hosh…hosh… padahal Bu Sari udah ngantri 3 jam juga, padahal Bu Sari cuma pengen nonton sama suami n dua anaknya yang pengen banget nonton, padahal Bu Sari udah dibelain nganter Bapaknya yang sakit dulu sebelum ngantri!! trus pas udah nyampe depan “maaf Bu, yang hari ini udah habis..” $%&P(*&*&%^%#E$@!~#WE%^RT*UI()*&^%$#@!#$%^&*()*&^%$#@(*&^%$#@!@#$%^&*()(*&^%$#@
*hosh..hosh…tarik nafas…hembuskan…..
stage 3-nonton? belooom..
stage 3 adalah bayar tiket buat berenam, dan akhirnya dapetnya yang buat besok, mana dapetnya didepan lagi..yo weis lah, yang penting nonton. jadi, apa yang istimewa dengan stage 3? adalaaah..diriku dipoto, hehehe…
wartawan apa bukan ya? masuk majalah mana?
pokoknya ada mas-mas gitulah yang mungkin mau mengabadikan..halah..motret antrian yang mengular buat nonton pilem 2012 ini, tapi qo ya diriku ga nanya ya dari media apa, koran mana? wah, bodohnya diriku. paling ga kan dapet 1 eksemplar gratis.
stage 4 – nonton? iya. tapiiiii…..
lho? qo film dah mulai? lho? qo tempat duduknya ga sesuai tiket? lo qo tempatku diduduki orang pacaran? lho qo ditegur sekuriti?
haaalaaaah…SaLaH sTuDio saudara-saudara!!
lagian, mbaknya udah tau salah, tiket kita masih disobek juga. *mencari kambing hitam
stage 5- nonton beneraaaan
ini dia ripiyu sotoy-nya:
cast: well, ada muka- muka yang ga dikenal. *apa mungkin diriku kurang gahul?. trus kayaknya qo pada kurang menghayati peran masing2 gitu. akting kurang greget, jadi emosi juga kurang kebawa. padahal kan harusnya bisa nangis bombay, bisa teriak ketakutan. kalo ini, sedih sih sedih, tapi ya gitu.. cuma nyentil-nyentil ajah, tidak menohok.
alur cerita: sebenernya udah cukup mengalir. tapi ada scene-scene yang kesannya dipaksain. *nambah durasi kang? trus akhir ceritanya juga-buat saya- kurang nendang. kenapa ga diilangin aja scene2 ga guna itu buat memuaskan penonton dengan ending yang lebih mak nyuss?
*qo sampe sini jelek semuah ripiyunya?
ada yang bagus qo dalam film ini, yaitu special effect-nya!! dahsyat lah boleh dibilang. apalagi liatnya di bioskop.. beuh.. ngeri! salut-lah samayang bikin. *siapa sih namanya?
yang bagus lagi? “Engine…Start” haha
yang udah nonton pasti tau lah…
after all kita untung qo bayar tiket 15rebu udah dapet film kaya gini. menghibur, dan dengan efek visual dan suara yang dahsyat banget.
so bolehlah dapet 7.5/10
*siap-siap nonton nyu mun..
tadi pagi ketika buka e-mail, urutan e-mail saya yang paling atas adalah dari teman saya, Elin Bjorklund, seorang muslimah Swedia, dengan subjek: Film 786. isinya cukup mengejutkan. intinya adalah himbauan yang ditujukan kepada kaum Muslim untuk memboikot produk-produk Denmark berkaitan dengan pembuatan film yang (kembali) menghina-walaupun tidak akan berkurang kemuliaannya- Nabi Muhammad SAW.
ada yang sudah dapat?
kalau memang hal ini benar, lagi-lagi kecintaan kita diuji. sekali lagi terimakasih telah menguji cinta saya. bangun umat Muslim lebih kuat, baik secara materi maupun spiritual. teladani akhlak Nabi Muhammad SAW disetiap langkah yang akan kita ambil. “kenalkanlah” Nabi bagi mereka yang belum “mengenal”.
karena jika tak kenal maka tak sayang, jika tak sayang maka tak cinta..
kalau tak sedih kenapa menangis?
kalau tak senang mengapa tersenyum?
karena tangismu itu cuma air mata yang mengalir
karena senyummu itu cuma sebuah tarikan bibir
aku tahu
**ni misinya melanjutkan postingan kemarin yang sempat terputus karena pulsa habis, hehe**
jadi, kemarin sampai mana ya? o ya..
Dendeng Rusa n Teh Sarang Semut?! ya benar, dendeng rusa dan teh sarang semut.has anybody ever taste them?
diriku sendiri masih asing dengan kedua jenis delicacy ini. biasanya yang dijual di toko-toko or supermarket kan dendeng sapi dan teh sariwangi celup atau teh tubruk biasa. teh sarang semut ini ni, emang diambil langsung dari sarang semut *emang dari sarang buaya? di Papua sana, yang tingginya bisa sampai bermeter-meter. FYI, disana disebutnya bomi. kabarnya sih khasiatnya emang superrrr dahsyat. bisa nyembuhin apa ajah. diabetes, kanker, sakit jantung..apa aja deh. ciamik toh?

bomi
kalo dendeng rusanya? sejauh ini sih, khasiat yang bisa saia temukan sendiri adalah sebagai teman nasi dalam rangka mengobati lapar….. /:)
sebenernya jadi terbayang tentang liar dan eksotisnya alam Papua. yang jelas diriku waktu itu langsung membandingkan bahwa kalo laper n cari lauk kan orang-orang di sini alias di Jawa, tinggal bawa dompet, pergi ke warung sebelah. ada indomie mie instan, telor, dll, dst. nah kalo di sana mah tinggal pergi ke halaman belakang rumah, trus….wuuuth!!! *tombak menuju sasaran jleb!!! *tombak mengenai sasaran, nah dapet deh lauk sebulan, heheh..
*cuma imajinasi saja. aslinya pasti jauh lebih susah.
well, akhirnya dendeng rusanya digoreng, tapi dibumbuin lagi biar lebih tasty
rencana untuk menumisnya dengan cabai hijau masih dalam rencana. sedangkan tehnya? belum sempet nyicipin, keburu balik…
******
NEW EXPERIENCE; liat orang dibekam. dengan mata kepala sendiri. live. langsung.
akhir-akhir ini sempat terpikir untuk mencoba teknik bekam yang katanya banyak khasiatnya *termasuk membantu program diet juga
. nah tadi nih nyempetin buat liat orang dibekam di tempat terapi paling ajaib milik teman. kenapa ajaib? bolehlah dibahas lain waktu.
dan bagaimanakah kesannya?
well, pas kop-kopnya dipasang, dan kulitnya terhisap, i felt nothing. pas disayat pake pisau steril buat ngeluarin darah kotor? i’m still standing tough.
tapi pas darahnya udah keluar? ummm….
pas kopnya dilepas and darahnya yang keluar dibersihin? kalo kata CinLau, it’s so EEEEWWWWWWWW!!!

bekasnya? persis kayak abis dicupang kuda…
)

cuph..cuph..mmm..muach!!!
BUT, tekad untuk melaksanakan bekam masih teramat kuat. kan yang penting khasiatnya. yang rada bikin merinding kan darahnya yang keluar, yang sebenernya emang perlu dikeluarin. apalagi ini kan metode terapi yang diterapkan sejak zaman Nabi.
jadi ya, hayuuuk aja lah
*******
hoaahhmmm…sudah jam dua pagi ternyata..
sudah ngantuk. pengen tidu
regard:gugel who lead me to detik n 21 cineplex
kemarin masuk fase hiatus lagi. ga update apapun kecuali status di facebook.
satu-satunya spotlight selama satu bulan terakhir adalah ketika nenekku tercinta wafat. beliau meninggal ketika usia 85 tahun.alhamdulillah pas hari Jum’at.
ninggalin sebuah kenangan? itu pasti.setiap orang, siapapun dia, pasti ninggalin suatu hal untuk dikenang ketika dia pergi. yang berbeda mungkin adalah kenangan seperti apa yang dia kasih ke kita, orang-orang yang kenal dia.
nah, kalo dengan simbah (begitu aku biasa manggil), satu hal yang paling aku inget adalah tentang kesederhanaan hidup yang beliau anut. dan nilai kesederhanaan itu ga pernah luntur semenjak aku kecil dulu, sampai 2 minggu kemarin ketika beliau dipanggil oleh-Nya.
kesederhanaan yang dianut simbah udah kayak sendi hidup beliau. nyaris ga pernah ada keluhan soal materi. apapun bentuknya. yah, mungkin karena beliau udah ngerasain kerja keras dari dulu. jadi seberapapun materi yang beliau punya, ya itu buat disyukuri aja.
soal kerja keras, dari aku kecil dulu aku udah ngeliat sendiri, meski cuma pas liburan sekolah aja. simbahku dulu adalah seorang penjual nasi, bubur, serta lauk pauknya di pasar. beliau ga punya warung sendiri. jualannya cuma di salah satu lapak di pasar. bangun jam 1 dini hari, dan berangkat ke pasar jam 5.30 pagi udah ga kerasa berat lagi buat beliau. harus gendong bakul nasi, bubur, wadah-wadah lauk dan gorengan bukan lagi beban. jarak sekitar 1 KM yang harus ditempuh dengan jalan kaki juga bukan halangan. beliau selalu ngelakuin semuanya dengan senang hati.
karena itulah biasanya setelah mandi pagi aku suka nyusul simbah ke pasar. liat beliau jualan selalu merupakan hal yang nyenengin. saat para pembeli ngomong pesenannya, terus dengan cekatan simbah mulai bungkusin pesenannya, selalu jadi hal baru buat aku entah berapa kalipun aku nyusul ke pasar. bagian paling favorit? pas pulang dan dibeliin simbah jamu beras kencur, hehe..itu enak banget.
mungkin buat sebagian orang profesi penjual nasi, apalagi cuma di pasar adalah profesi yang ga dipandang tinggi. tapi buat aku, profesi simbah ini ga ternilai.profesi macam inilah yang akirnya ngebuat ibuku, serta saudara-saudaranya “jadi orang”, dan akhirnya hidup cukup.
mungkin itulah yang ngebuat kita semua berusaha gimana caranya biar simbah seneng dan nyaman, serta ikut ngerasain bahwa anak-anaknya sekarang dah hidup layak, ga kekurangan suatu apapun. apa kata simbah?
beliau selalu pesen sama anak-anaknya, “uwis, duite kanggo sangu putuku wae, aku ora usah” (udah, uangnya buat uang saku cucuku aja, aku nggak usah aja). beliau cuma ga pernah nolak kalo dibawain makanan yang ga keras, soalnya bisa ngunyah
pas beliau dah mulai sakit-sakitanpun, beliau selalu ga nyaman waktu tau bahwa beliau dirawat di ruangan yang nyaman. beliau cuma ngomong ” aku ojo suwe-suwe ning kene. wis, ning ngomah wae” (aku jangan lama-lama di sini. udah, di rumah aja).
pas beliau kambuhnya dah semakin sering, beliau cuma pesen bahwa ntar makamnya dibikin yang bagus. bukan buat apa-apa. cuma biar anak, cucu, dan cicitnya tahu dimana makam simbah, jadi biar bisa jenguk.
simbah, yang seneng banget ngeliat ayam-ayamnya bertelur, simbah yang suka dipijitin cucunya, simbah yang suka dengerin wayang dari radio panasonic kecilnya,simbah yang selalu nunggu aku di pintu waktu aku mau datang…
aku sayang simbah, semua sayang banget sama simbah….
wiken kemarin aku bantuin sepupu, anak farmasi yang lagi bikin skripsi *duh qo tiba-tiba gatel ya, ni tangan ngetik kata terakhir. namanya Tiwi. si Tiwi ini minta dibantu buat nerjemahin salah satu artikel referensi dia tentang selulit. wah, aku pikir, oke juga nih. sambil menyelam minum air juga.. sambil nerjemahin, dapet juga pengetahuan ’bout selulit. salah satu momok buat kita, para cewek *atau yang merasa cewek
.
trus setelah aku baca, artikelnya oke juga loh. walaupun secara general, tapi cukuplah buat ngerti tentang seluk beluk dunia per-selulit-an. so, ga ada salahnya aku pajang hasilnya di sini. sekalian. biar yang baca ketularan pinter juga.
and, here it is: read more…


